Aku mencoba memahami sebagian deritamu
Aku mencoba memahami deritamu….hingga kau berbuat seperti itu padaku………
Menjadi sesuatu yang tak pernah kau bayangkan bahkan mencela dan memfitnah orang lain bukanlah sesuatu yang kau fikirkan. Juga dengan apa yang kau alami saat ini.
Ketika kau kecil keceriaan anak- anak sama kau miliki seperti kami miliki …cita-cita pun kau miliki seperti yang kami miliki…cinta pun kau miliki seperti yang kami miliki ……tetapi …..suatu hari kau terjatuh….. terjatuh…. dan terjatuh berulang-ulang. Lalu kau coba lupakan derita itu…kau kira penyebab derita itu hanya manusia semata… padahal musibah itu juga datang dari kesalahan diri sendiri.. selain ujian demi ujian yang maksudnya untuk menempa kita, kau anggap pula rezeki itu datangnya dari manusia saja….kebahagiaan itu pada manusia saja….hidup kau fokuskan untuk mencari dunia..hingga hari akhirat yang menjanjikan kebahagiaan sejati itu telah kau tak peduli kan jalannya.
Hingga kau putuskan jalanmu sendiri………..mungkin bedanya ….kau pelihara dendam bertahun-tahun……kau tak mau menerimanya sebagai batu ujian hidup…..lalu kau tutup fitrah yang suci itu…..ketegaranmu kau buang sejauh-jauhnya…..perasaanmu …..terombang…..ambing….kau biarkan kemana arus membawamu.
Untuk itulah kita harus memiliki tuntunan hidup……bedanya lagi antara kau dan kami………mungkin kau tak mau membuka kalam-kalam ilahi yang mengangkat tinggi derajat manusia dari belenggu hawa nafsu…dari belenggu rasa putus asa dan sakit hati ……………..dari merusak diri sendiri hingga merusak struktur sosial masyarakat………pelajarilah Islam kalau kau tak percaya……………
Di subuh ini aku ingin mengajakmu melepaskan dirimu ….membilaskan rasa sakit hatimu……entah kepada berapa banyak manusia ……tidak ada kata terlambat sahabatku……tahukah kau tarikan nafasmu hari ini masih Allah berikan…..suatu nikmat yang sering dilupakan oleh manusia.
Kalau kau ingin menangis ambillah wudhu shalatlah …..dapatkah kau rasakan kemaha besarannya saat engkau sujud…………..terimalah takdirmu………….maafkan semua yang pernah menyakiti hatimu.
Aku tahu tulisan ini mungkin tak berarti bagimu….tetapi inilah tanda simpatiku padamu…….kasih sayang itu ada …………….hanya dirimu yang menutupnya tak mau merasakan getarnya membuat lingkungan sendiri …….tetapi kadang kau lupa hakekat ingin memaksakan saja kehendakmu pada pemilik semesta alam ini. Padahal ialah yang paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-hambanya.
Apapun katamu… .Insya Allah tak akan membuat kerugian bagiku…..bahagia dan derita ada di tangan rabbku…. Bukankah kau yang berada dalam kerugian besar telah memfitnahku ?
Memfitnah itu yang lebih kejam dari pembunuhan………..sadar tidakkah engkau ?
Semoga dibukakannya hatimu