Ajarkan Ilmu bukan Rumus Singkat

12 06 2009

Mendapatkan nilai yang bagus dalam mata pelajaran IPA ,dan masuk sekolah favorit memang keinginan hampir semua orang
Tetapi jangan sampai dalam mewujudkan keinginan tersebut kita mengambil jalan pintas.Apa lagi para orang tua sebaiknya tahu betul tentang pendidikan yang baik bagi anaknya. Pendidikan yang tak hanya memuaskan kita hari ini, tetapi pendidikan yang betul-betul mengakar hingga mengantarkan anak untuk menguasai ilmu dengan benar.

Jauh-jauh hari penulis pernah membaca literature tentang hasil penelitian yang mebandingkan kemajuan belajar mahasiswa FKUI yang mengikuti bimbingan belajar dengan tidakmasuk bimbingan belajar, ternyata setelah beberapa tahun berada di FKUI mahasiswa yang tidak mengikuti bimbel hasil belajarnya lebih bagus, Ini disinyalir bahwa metode belajar di bimbel lebih menekankan rumus singkat dan pencapaian skor , atau belajar instan, kadang -kadang tanpa pemahaman yang mendalam dari siswa.Kalau siswa memang sudah memiliki konsep yang baik tentu cara tersebut sangat membantu, tetapi jka konsep yang dimiliki siswa masih setengah-setengah kemudian dijejali oelh rumus singkat , belajar hanya menjadi arena menghafal saja.
Daya ingat otak memang terbatas kerjanya, ingatan otomatis bertahan hanya 6 bulan saja.Bahkan beberapa bulan yang lalu penulis mendengar di radio bahwa anak-anak yang kelelahan ikut bimbel di suatu kota besar saat mereka di kelas tiga sma menyebabkan mereka kalah dalam berprestasi dari pada siswa yang tidak mengikuti bimbel.

Penulis bukan anti bimbel tetapi berharap para orang tua dan guru lebih kritis memperhatikan bagaimana cara siswa belajar di sekolah atau di bimbingan belajar. Agar kita tidak tertipu dengan hasil yang instan tetapi sebenarnya rapuh.Potensi siswa dengan pemberian rumus singkat tidak dapat berkembang maksimal, apa yang mereka miliki tak dapat berkembang dengan baik.Rumus singkat memang membantu anak, tetapi pemberian rumus singkat pada anak ini tepat , jika anak memang telah menguasai konsep tentang materi tersebut , jika tidak berarti anak telah dijejali dengan hafalan bukan ilmu yang sebenarnya.
Bahkan saat penulis mengikuti pertemuan MGMP IPA kota Bandung 2 (tahun yang lalu) tutornya berasal dari jepang, melarang memberikan rumus, seperti yang ada di buku pelajaran dan di bahas di sekolah-sekolah umumnya.Saat itu kami sedang membahas tentang Listrik, ada seorang rekan guru yang menyela “ Susah- susah menerangkan konsepnya ,beri saja rumusnya ”. Tutor dari Jepang tersebut hanya mengatakan“No..no “ sambil dengan sabar mengulang kembali penjelasannya tentang bagaimana arus listrik mengalir.Bahkan dia mengulang lebih dari tiga kali.
Dan menurut penulis jika kita adalah seorang guru utamakanlah mengajarkan ilmu yang berisi konsep-konsep penting untuk siswa-siswa kita , jangan merasa cukup dengan nilai-nilai yang baik dari hasil menghafalkan dengan rumus singkat.


Actions

Information

Leave a comment