Pada suatu pagi di bulan November itu
Kau ingin terbang menyeruak gelap katamu
Dengan sayapmu yang kecil,,,
Dan kau lantunkan doa-doamu yang pelan itu
Hinggap pada relung hatiku dengan syahdunya
Kini masihkah engkau mengiringi uap air yang berkumpul menjadi awan
Agar menjadi hujan yang membasahi bumi ini ,
Agar bumi ini tak kering katamu
duhai pipitku
Di manakah kau sekarang , masihkah kau ingat
3 bait puisi untukku pada bulan kumpulan awan hujan itu
Hadiah darimu menjadi puisi terabadi yang ku punya
Masihkah nafasmu tersengal-sengal mengejar angin
Atau telah sampai engkau pada rabbmu.
Memang hari itu angin terlalu kencang memadukan awan
Menjadikannya hujan
Hingga telah memisahkan kita
Tapi sebelum kepergianku , telah kuselipkan disayapmu ,
Acara perpisahan itu tak perlu
Karena kau tak pernah berpisah dari hatiku ,
Dan saat aku pulang aku tak menemukanmu lagi
Yang ada hanya kumpulan muslimah mengaji
Saat kutanyakan ,tak di kenalnya engkau,
Tiang masjid pun tak menunjukkan arah pergimu
Juga lantainya tak memetakan jejakmu
Dan saat aku pulang aku tak menemukanmu lagi
Recent Comments