Kau ini

31 10 2009

Aku ingin merawat kerang
menyimpannya diam-diam
didasar lautan
hingga dapat kau lihat mutiara nantinya
Aku ingin merawat ulat sutera dengan tenang
hingga ia menjulurkan benang dari mulutnya
dan menjadi pakaian indah bagi manusia
Kemarin kau mengambil kerang-kerang muda itu ,,,
“tak ada apa-apanya katamu”
“bagaimana bisa kau temukan mutiara
aku baru menanam kerang tahun kemarin”

Kedatanganmu memang terburu-buru
dan banyak getaran
mengejutkan ulat sutera
hingga tak mau lagi memintalkan benang





Mengapa kau meninggalkannya

28 10 2009

Entahlah,,,,,

Aku memang berusaha untuk tidak menuliskan yang menyedihkan hati sebenarnya,,, tetapi itulah,,,,,

Kemurungan itu telah menjadi kehidupan di  depan mataku,,, telah menjadi   magnet yang inginnya di tuliskan oleh ku,,, karena itulah yang akhirnya menjadi apa yang kulihat,,, menjadi apa yang ku dengar dan menjadi  apa yang dibicarakan padaku,, padahal  kadang aku tak ingin mendengarnya….

Permasalahan ,, permasalahan keluarga kerap menjadi topik utama mengapa murid-muridku hilang dari sekolah berhari –hari,,melarikan diri dengan segala kegalauannya ketika ayah-ibunya pun tak bisa ia temukan lagi dimana,,, tak bisa mendekapnya lagi tak mengabarinya lagi,,, kehilangan yang entah dengan apa  yang ingin ia ganti diluar sana ,, pencarian yang seperti apa yang membalut luka –luka hatinya,,,yang tak dapat diganti oleh materi yang ditawarkan oleh siapa pun lagi. Ia  isi kekosongan  itu dengan caranya sendiri,,, ia pelajari hidup  kadang tanpa mau dibimbing lagi, kadang ia masuki pula dunia hitam dengan keberanian yang tersisa,,mencari kasih sayang yang sudah dianggapnya tak ada.

Tak diingatnya Allah yang maha  penyayang ,,, karena mungkin ia tak mengenalnya dengan benar.

Wahai ayah bunda kalau kau baca tulisanku ini peluklah kembali anak-anakmu yang  mungkin  pernah kau tinggalkan ,, dulu. Berkorbanlah sekali lagi wahai bunda seperti saat kau bertaruh nyawa saat melahirkannya  ke dunia ini. Berjuanglah wahai ayah ,runtuhkanlah benteng yang menghalangi antara antara ibu dan anakmu, dan antara dirimu dan anakmu……





Hujan dan hari berbangkit

27 10 2009

Sekarang kuperhatikan,,, tanah-tanah yang kering dan gersang mulai menumbuhkan rumput-rumputnya yang hijau,,, dan aku tahu seperti tahun- tahun kemarin tanah itu akan di tutupi rerumputan yang hijau tak dapat di cegah ,,,dan warna tanah yang coklat nanti berubah menjadi hijau hanya bekas jalan motor saja yang ada ditengahnya
Rumput yang tidak ada itu menjadi ada ,, maka bagi Allah mudah pula untuk membangkitkan manusia setelah matinya,menghidupkan manusia setelah matinya seperti ia menghidupkan rumput-rumputan hijau itu.

Dan dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan,maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati, lalu kami hidupkan bumi,setelah matinya itu dengan hujan itu, demikianlah kebangkitan itu  ( Fathir : 9 )

Dan mudah juga bagi Allah melenyapkan manusia ,, seperti ia melenyapkan rumput itu seperti saat musim kemarau yang singkat maupun panjang ,seperti melayukan tanaman yang tidak tersiram oleh hujan, atau air.


Dan berikanlah perumpamaan kepada manusia, kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang kami turunkan dari langit,maka menjadi subur karenanya,tumbuh-tumbuhan dimuka bumi,kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu . ( Al kahfi : 45 )

Dan mudah juga bagi Allah menarik semua kenikmatan yang kita punya ,,, menggoncangnya dengan gempa…menggulungnya dengan tsunami atau air bah,,, menenggelamkan bangunan yang tinggi dalam beberapa menit dalam air maupun memasukkannya kembali ke dalam bumi. Membisukan kita dengan kecelakaan di jalan raya ,,atau di rumah kita sendiri.
wallahualam





Pengobatan ?

25 10 2009

Berbagai macam penyakit dengan obatnya,,, memang  kadang membuat kita terheran-heran,dalam sehari seseorang yang berpenyakit khusus biasa menelan banyak sekali obat,, dan entah kadang wasilah ini yang telah di uji dengan berbagai macam penelitian yang canggih menjadi tidak sembuh juga,,, bahkan aku perhatikan ada seorang terapis alternatif  dengan  keberaniannnya menyatakan telah menemukan obat kanker yang selama ini  dicari berbeda dengan pengobatan yang selama ini banyak menimbulkan efek  samping.

Memang menurutku sekarang kita harus cerdas menentukan sendiri cara pengobatan yang sesuai untuk kita dan keluarga kita.

Read the rest of this entry »





Suatu hari di Sungai Suci

24 10 2009

Suatu hari   nanti dik,,,

hidupmu akan seperti karang ini

diterpa gelombang berkali-kali

tetapi lihatlah bagaimana karang tetap tenang dan tegar

kala  berkali – kali  diterjang gelombang

malah memberikan keindahan

pada mata yang melihatnya

memberikan percikan air sejuk pada kita yang berdiri di atasnya

saat ia memecahkan gelombang menjadi buih





Seperti mama

21 10 2009

Kau goresi lagi hatiku dengan selembar surat sakit

Saat kuingat hari itu

“Bolehkah ku panggil ibu ,,,, mama,

Karena mamaku yang  meninggal  dulu seperti  ibu”

Lalu kau tunjukkan foto ibumu yang lusuh  12 tahun  tersimpan dihatimu





Apa

20 10 2009

Apa yang harus aku katakan

Apa yang harusnya aku  tuliskan

Apa yang harusnya aku lakukan

Tentang matahari dia tetap bersinar

Tentang melati begitu selalu

Setelah  mekar akan gugur

Sambil menebar harum


Memang semua menjadi tak abadi

Andai kita tahu semua peristiwa

Maka tentu  sibuk  sekali kehidupan ini

Fikiran yang diangan-angankan

Kesedihan yang tak bisa di simpan-simpan

Kegembiraan yang berlebih-lebihan

Bisikan-bisikan yang tak penting

Kegetiran yang tak habis-habis

Fikiran-fikiran yang buruk

Karena itu Allah menyeimbangkannya dengan

Kegelapan disela-sela  buku nasib

Yang tak dapat dibaca  oleh siapapun

Menjadi rahasia dan rintihan yang abadi

Agar tak ada yang bisa melihatnya

Agar hanya Allah yang mendengarnya

Agar hanya kepada Allah kita keluhkan segala

Sebenarnya hanya  perasaan itulah yang selalu

ingin minta diturutkan kesedihannya





Mengenangmu

17 10 2009

Pada suatu pagi di bulan November itu

Kau ingin terbang menyeruak gelap katamu

Dengan sayapmu yang kecil,,,

Dan kau lantunkan doa-doamu yang pelan itu

Hinggap pada relung hatiku dengan syahdunya

Kini masihkah engkau mengiringi uap air yang berkumpul menjadi awan

Agar menjadi hujan yang membasahi bumi ini ,

Agar bumi ini tak kering katamu

duhai pipitku

Di manakah kau sekarang , masihkah kau ingat

3 bait puisi untukku pada bulan kumpulan awan hujan itu

Hadiah  darimu menjadi puisi terabadi  yang ku punya

Masihkah nafasmu tersengal-sengal mengejar  angin

Atau telah sampai engkau pada  rabbmu.

Memang  hari itu angin terlalu kencang memadukan awan

Menjadikannya  hujan

Hingga telah memisahkan kita

Tapi sebelum kepergianku , telah kuselipkan disayapmu ,

Acara perpisahan itu tak perlu

Karena kau tak pernah berpisah  dari hatiku ,

Dan saat aku pulang aku tak menemukanmu  lagi

Yang ada hanya kumpulan muslimah mengaji

Saat kutanyakan ,tak di kenalnya engkau,

Tiang masjid pun tak menunjukkan arah pergimu

Juga lantainya tak memetakan jejakmu

Dan saat aku pulang aku tak menemukanmu lagi





Kala perpisahan

17 10 2009

Akhirnya sampailah kita pada waktu yang tak disangka sangka

Saat  takdir itu nyata-nyata telah menbentang di depan mata

Saat waktu tak dapat di tawar-tawar lagi

Saat doa, mata tangan dan mulut pun tak berhasil meminta-minta

Saat hati perih ketika  memiliki penjelasan mengapa telah bersama

tapi kehidupan harus di tempuh seperti yang telah Dia gariskan

Ketentuan harus di jalani

Hingga Aku terbata-bata ,,,melihat kenyataan

Adalah perpisahan yang membentang

Dan tak ada seorang pun yang dapat disalahkan

Takdir kita telah di tuliskan

Dan Ingin bertanya apa  maksudnya tuhan mempertemukan kita

Ingin menanyakan kepada tuhan mengapa kita dipertemukan dengan cara seperti itu

Dan mengapa kita dipisahkan dengan cara seperti ini

Hingga kebersamaan itu menjadi tak ada

hingga kita tahu kita terpisah

ketika  buku takdir-Nya telah dibukakan kemarin

Aku tersedu saat kubaca

Bahwa keiklhlasan  sama dengan keperihan

Bahwa Keikhlasan adalah keabadian sejati

Bahwa kecintaan adalah keabadian

Bahwa kehidupan nyata diujungnya perpisahan





Awal musim hujan

15 10 2009

Musim hujan tiba-tiba memandikan tikus hitam di got

Lalu membuatku  naik ke tempat duduk

dan melepas sepatu dan kaos  kaki  putih buru-buru

Karena air hitam tiba-tiba naik,

dari got yang salah urus memburu aspal di jalanan

Kepekatan airnya  membuatku mengarungi banjir bandang di Tanggamus Lampung

Tak percaya bahwa  dulu aku  pernah memain-mainkan air terjunnya

yang jernih dan  meminum airnya yang segar ,

dan mencoba menangkap pelangi  dengan dua tanganku  18 tahun yang lalu

Pasti telah Kau  Tebang Pohonnya di bukit-bukit  yang tidak tinggi itu

Pasti telah Kau Tebang mimpi- mimpi penduduk di  sepanjang aliran sungainya