Akhirnya sampailah kita pada waktu yang tak disangka sangka
Saat takdir itu nyata-nyata telah menbentang di depan mata
Saat waktu tak dapat di tawar-tawar lagi
Saat doa, mata tangan dan mulut pun tak berhasil meminta-minta
Saat hati perih ketika memiliki penjelasan mengapa telah bersama
tapi kehidupan harus di tempuh seperti yang telah Dia gariskan
Ketentuan harus di jalani
Hingga Aku terbata-bata ,,,melihat kenyataan
Adalah perpisahan yang membentang
Dan tak ada seorang pun yang dapat disalahkan
Takdir kita telah di tuliskan
Dan Ingin bertanya apa maksudnya tuhan mempertemukan kita
Ingin menanyakan kepada tuhan mengapa kita dipertemukan dengan cara seperti itu
Dan mengapa kita dipisahkan dengan cara seperti ini
Hingga kebersamaan itu menjadi tak ada
hingga kita tahu kita terpisah
ketika buku takdir-Nya telah dibukakan kemarin
Aku tersedu saat kubaca
Bahwa keiklhlasan sama dengan keperihan
Bahwa Keikhlasan adalah keabadian sejati
Bahwa kecintaan adalah keabadian
Bahwa kehidupan nyata diujungnya perpisahan
salam kenal sebelumnya, sebagai rangkaian dari blogwalking,saya menemukan blog ini.
saya sepakat dengan anda. tanyakan saja pada Tuhan. kalau perlu gugat saja Tuhan. tapi bagaimanapun Dia berkuasa atas semuanya,jadi di titik nadir saya sering pasrah dan berkata :terserah padaMu Tuhanku..
–salam–
salam kenal juga,,, Ya.. Allah mengembalikan kita pada titik nadhir untuk mengakui kekuasaan-Nya , agar kita berpegang hanya padanya, terima kasih kunjungannya
perpisahan itu memang pedih, dan aku pun tak sanggup untuk menahan kesakitan yang Tuhan berikan, karena Tuhan telah menggariskannya dalam hidup kita, sekalipun itu sakit, tapi berlarut dalam kesedihan pun tak kan ada hasil yang dapat dicapai selain terpuruk…
yah,,,sakit yang sementara ani,,,, agar kita bisa merasakan kesenangan,, dan Allah tidak memberikan di luar kesanggupan, manusia.
ada perjumpaan pasti ada perpisahan.ada kebahagiaan pasti ada kesedihan.tak ada yg abadi d dunia ini.