Untuk rindu sore ini

Aku ingin bersamamu

dalam jingga kilauan sore

menemani matahari yang tertusuk ilalang

Tak mengeluh karena tusukannya

melalui hari dengan perlahan – lahan

menemani malam

menaikkan do’a menuju angkasa

aku ingin ikut berlarian

kita berkejaran dipadang ilalang

menikmati senyum yang paling luka

melantunkan bait demi bait tentang syurga

menghujamkannya dalam jiwa

hingga takkan ada lagi luka

sebab ia telah menemui cahayanya

(dia gubah matahari tertusuk ilalang ,,,,jadi seperti di atas…

kalau ingin lihat puisi titin  lainnya di  titintitan.wordpress.com)

*kita pernah berjanji untuk bertetangga di surga bukan? ^^

**takenfromaulia dg beberapa gubahan

7 Responses »

  1. Wah nice.. :) Umm kalau boleh sedikit berkomentar, di bagian ini:
    menikmati senyum yang paling luka

    melantunkan bait demi bait purba

    menghujamkannya dalam jiwa

    sudah baik banget karena progresifnya berasa, evolusi kata-katanya mengejutkan tapi menyenangkan. lalu..

    hingga takkan ada lagi senyum paling luka

    nah, rasanya agak sedikit ‘kembali ke awal’, hmm agak sayang kalau kata-katanya malah dibuat mirip sama baris-baris sebelumnya. :D

  2. cassle salam kenal dari titin ^^
    trma kasih masukannya :) . ada ide untuk menambahi?

    mba aulku: boleh juga niy kita bikin antologi bersama eh berdua ketang heheh..
    *ntahlah.. tin suka banget niy tulisan, mungkin krna lg kangen beneran. eh iyah, janji ya, kita akan bertetangga di surga :D

      • Halo juga Mbak Titin.. :) Wah kakak-kakak sekalian suka puisi ya? Diriku jadi ikut ingin bergabung di antaloginya, hanya saja belum tahu deh saya cukup berkualifikasi atau tidak, he he he.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s