Setiap manusia dikarunia Allah SWT tiga unsur pokok dalam dirinya yaitu jasad , akal dan hati. Masing –masing unsur memiliki hak untuk dipenuhi kebutuhannya. Jasad membutuhkan makanan untuk bekerja, akal membutuhkan ilmu untuk berfikir, dan hati membutuhkan kasih sayang untuk mencari ketentraman. Tidak akan cukup pendidikan itu dengan teori otak kiri dan otak kanan saja.
Manusia tidak akan puas dengan pemenuhan kebutuhan intelektualnya saja , hatinya merindukan kasih sayang , kelembutan kelembutan, kalam-kalam Allah, tetapi hati sering dilupakan kebutuhannya hingga menyimpanglah hati ini mencari pemenuhan kebutuhan yang di luar syariat hingga mengguncangkan rumah tangga, merusakkan sosial masyarakat .
Atau jika jasad yang hanya menjadi bagian yang diperhatikan dengan mengabaikan perasaan dan fikiran maka dapat juga kita perhatikan bahwa kekuatan otot menjadi tidak tersalurkan pada jalan yang benar. Menjadi perkelahian atau tawuran dengan alasan alasan yang kadang sepele saja dengan akibat yang sangat merugikan.
Keseimbangan ini harus dapat kita jaga agar kita menjadi manusia yang sempurna
Islam menyeimbangkan ketiga hal ini , karena pendidikan umum saja sebenarnya tidak akan cukup, pendidikan umum lebih mementingkan kecerdasan akal saja.
Kognitif yang sangat menonjol, karena baru itulah yang mampu di fokuskan oleh negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat besar ini ,berkaitan dengan pembiayaan , begitu saat kutanyakan pada seorang ahli pendidikan.
Maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai guru dan orang tua untuk tidak melupakan ranah afektif anak, dan psikomotoriknya, serta keseimbangannya , atau dengan kata lain mengedepankan sebagian saja dengan melupakan yang lainnya agar anak - anak dapat tumbuh dengan baik dan sempurna .
Sudah banyak kita melihat hasil pendidikan yang miskin rasa kasih sayangnya kepada sesama manusia,akhirnya mereka tega mengambil hak orang banyak demi kedukukan dan kepuasannya sendiri,ketamakan–ketamakan menghiasi hidup mereka.
Dan akhirnmya tingkah laku mereka memenuhi media massa, dan yang memprihatinkan lagi menjadi konsumsi masyarakat hingga masyarakat menjadi terbiasa dengan perilaku buruk tersebut.
Dapat kita lihat korupsi kolusi dan nepotisme merajalela . Dan akibatnya menjadi bertambah miskinlah rakyat yang miskin, kelaparan dimana-mana. Kecemburuan sosial meningkat. Akhirnya stabilitas melemah .
Dalam dunia pekerjaanpun yang terserap kadang mereka yang tidak memiliki kemampuan yang cukup dalam menghadapi tantangan, karena cara masuk yang tidak sah ,hingga negara pun sebenarnya mengalami kerugian menggaji mereka yang tidak memiliki kemampuan yang tepat dan komitmen yang tinggi untuk pekerjaannya ini.
Dan betapa miris sebenarnya hati melihat uang negara dihambur-hamburkan, dan di korupsi . Penyebab kelaparan yang utama adalah karena sebagian besar uang negara dihambur-hamburkan.
Di sisi lain masayarakat bawah harus bekerja keras dengan susah payah dan tergusur hingga hilang akhlak . Sungguh kefakiran itu mendekatkan pada kekafiran.
Sungguh sempurnalah Islam mensibghoh ( mencelup ) tiga potensi jasad , akal dan fikiran manusia. Hingga mendorong manusia menjadi manusia yang terbaik. Dimanapun posisinya , apakah sebagai anggota keluarga, masyarakat ,atau sebagai abdi Negara,bahkan menjadi bagian dari masyarakat dunia.
Allah telah mengingatkan kita semua agr kita menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat kita
“ Dan carilah dari apa-apa yang dianugerahkan Allah di kampung akhirat dan janganlah engkau melupakan kehidupan duniamu. Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu “ ( Al qashshash :77)
Seseorang yang hanya dilatih jasadnya akan melahirkan kekuatan fisiknya saja, Seseorang yang dilatih otaknya , kemungkinan melahirkan fikiran yang cerdas saja. Sedangkan orang yang di bina hatinya saja akan melahirkan pribadi yang jumud. Pendidikan yang sempurna dalam Islam menghendaki ketiga hal ini di bangun sehingga menjadi pribadi yang tangguh.
Hingga sudah semestinya kita sebagai muslim memperjuangkan kesempurnaan dalam pendidikan ini ,,pendidikan akal dan nilai terus bersamaan, jangan terpisah pisah antara pendidikan langit dan pendidikan bumi.
Mari kita angkat derajat pendidikan ini dengan menyeimbangkan semua potensi anak
Bukankah Allah pun mengingatkan kita langit dan bumi adalah suatu yang padu,,, mengapa kita memisahkannya.
Dan dalam Al qur’ an sebenarnya telah banyak sekali ayat – ayat yang menakjubkan manusia di ujung abad ini, karena manusia baru menemukannya sekarang ,, sedangkan AL Qur’an telah lama menginformasikan ini.
Contohnya seperti saat ditemukannya dua laut yang terpisah satu tawar yang satunya lagi asin ,,,maka sang penemu yang bukan beragama Islam menjadi terkejut bahwa informasi itu telah begitu lama di dalam Al Qur’ an, Hingga sadarlah ia bahwa Al qur’an bukanlah perkataan Muhammad, tetapi AL Qur’ an adalah wahyu dari sang pencipta langit dan Bumi.
Al Furqan 25: 53 Dan dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan )yang ini tawar lagi segar dan yang asin lagi pahit dan dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.
Al qur’an pun berisi akhlak mendasar yang sangat diperlukan untuk dalam kehidupan bermasyarakat, Akhlak yang mulia , jika kita mampu menerapkannya. Ayat-ayat dalam Al qur,an ini dapat menuntun kita dalam kehidupan bermasyarakat hingga bernegara.
Cukup rasanya pendidikan bumi yang dipisahkan dari pendidikan langit menghasilkan manusia yang merusak diri sendiri bahkan masyarakatnya.
Recent Comments