Catatan seorang guru

14 11 2009

Aku tak  bisa selalu menemuimu,,bersamamu anak-anakku, keterbatasanku melemahkan aku,,, ,,

Kalau kau tahu sebenarnya aku  tak ingin bersama denganmu , karena takut tak mampu mendengar tentang keluh kesahmu dengan sempurna,,, tak mampu membimbingmu dengan sempurna,,,

Kalau kau tahu Aku sudah mengusulkan  cuti tahun ini,karena melihat kapal itu telah tenang membawamu dan cita-citaku ,yang telah kulayarkan dilautan yang bercampur dengan tahunan air mataku,,, dan yang telah dibangun dengan keringat lain dari guru-gurumu terdahulu,,dengan keperihan demi keperihan, ancaman demi ancaman ,undangan demi undangan menjadi saksi , pertanyaan demi pertanyaan dalam berita acara pemeriksaan dari ruang jaksa.

Kepanasan demi kepanasan yang akan mempercepat pertumbuhanmu.

Demikian suatu hari temanku menghiburku.

Padahal jika datang kalutku sering dibisiki perkataan,mengapa kau mengambil resiko yang sebesar ini,, jadi wanita biasa saja kenapa,tolak amanah–amanah itu,biarkan saja semua berjalan apa adanya,tinggallah engkau dirumah,jangan tunda lagi keinginanmu mencoba resep–resep baru.

Dan mengundang teman-temanmu untuk bercengkrama.

Dan kau bisa mencoba aromaterapi yang baru, lalu menyilangkan mawar, merawat  anggrek phaleonopsis, dendrobium dan catelya yang  4 tahun belum berbunga juga atau mengawinkan  anak –anak hebras oranye  yang telah menjadi berwarna-warni dan menjadi berkelopak banyak itu lalu menghimpunnya dalam  artikel-artikelmu…amankan…

tanaman itu tak akan ada yang mencelamu,,, malah bunganya yang indah akan membahagiakanmu,, atau kau coba buat atmosfer yang lebih panas untuk  pohon  kurmamu yang hampir satu m itu.

Atau buat atmosfer dingin untuk apel malang itu,,, tenangkan,,,

Paling tidak mawar sesekali menusukkan duri pada jarimu,,atau kupu-kupu yang terkejut dikira kau mengambil madunya.

Bunga-bunga dan pohon itu tak akan pernah bertengkar atau berebut kedudukan apapun,,paling kalau tak cocok dengan lingkungan bakal mati…ahhhh….godaannya.

Tetapi aku cinta dengan masa depanmu anak-anakku,masa depanku juga. Harus kupastikan kau dapat meraihnya dengan  tenang,Aku akan lakukan semampu yang Aku bisa . Hingga saat aku pergi 21 hari itu,,, kudengar badai telah menimpa kapal kita dan aku tak dapat cepat-cepat meraihmu ,,karena belum usai masa pendidikanku.

Ternyata aku salah duga,,, kapal itu belum bisa berlayar dengan tenang hingga kususuli juga engkau kututup  lagi  keinginanku untuk meninggalkan  kalian,,, dan kalau kau tahu betapa ingin cepat-cepatnya aku kembali  merapat setelah 10 hari kepergianku,,,  tapi penjara waktu itu  telah dibuatkan dengan   kuat untukku,,ditanamakan untukku agar aku bisa berdiri lebih sempurna  sebagai kawah Candra dimuka ,,hingga 11 hari yang tersisa bersama ceramah-ceramah diskusi-diskusi ,,,diktat – diktat  dan ujian membuat  fikiranku terbagi-bagi susah berkonsentrasi , mataku menerka-nerka saja sosokmu dari jauh,,hatiku,, tersedu-sedu saja mendengar badai itu kembali menerpamu…ingin berteriak tetapi untuk apa.

Dan saat aku kembali memang puing-puingnya yang kulihat memenuhi ruang harapan kita,, tapi kau tahu aku yakin kita mampu menyusunnya kembali,, karena badainya  telah berlalu anakku…..

Dan dengan cinta aku kembali memungut puing-puing itu,,, merasai jatuh sakitnya hampir disetiap  kaki  yang kita langkahkan ,,sendunya wajah-wajah yang terus menunduk hari itu ,,dengan air mata yang disembunyikan ,,,aku melihatnya.

Awalnya ingin marah dengan mereka yang  mengkhianati janjinya ,, dan akhirnya pergi  dahulu meninggalkan kita ,,  menuju kapal yang lebih mewah ,,tetapi untuk apa   karena aku yakin pertemuan itu telah diatur olehnya ,hingga perpisahan itu pun telah diaturnya,juga segala peristiwa ini tak mengapa  bagiku… Tapi kau lihatkan hari ini kapalnya telah berlayar kembali.

Kau tahu Insya Allah dengan pertolongan Allah dan dengan perjalanan waktu semua akan pulih seperti sedia kala…

Kau tahu besarnya ujian ini berbanding dengan hasil yang  Insya Allah akan kita dapatkan nanti,,, aku tak tahu apa yang akan Allah letakkan sebagai tulisan nasibmu di 10 tahun mendatang,,, tetapi aku merasa dengan ujian luar biasa bagi anak-anak sebayamu,,, jika engkau mampu melaluinya engkau akan menjadi manusia yang luar biasa pula..Insya Allah.

Bersabarlah…dalam kesulitanmu.





Ketika siswa lebih pintar

29 05 2009

Siswa lebih pintar dari Aku gurunya, itulah yang Aku alami.
Siswa kelas bilingual memang siswa yang terseleksi kemampuan bahasa Inggrisnya, sehingga sewaktu kami tim guru IPA memberikan tugas membuat presentasi dalam bahasa Inggris, mereka membuatnya full bahasa Inggris.

Read the rest of this entry »