Air menggenang di tangga mesjid
hujan angin menarik cahaya
menari menjaga keseimbangan,,,
Ada yang terkejut lalu terkekeh
ada yang susah menggemparkan yang melihat
saat hampir menghantam lantai
hampir tak ada yang mampu menolongnya
Air menggenang di tangga mesjid
hujan angin menarik cahaya
menari menjaga keseimbangan,,,
Ada yang terkejut lalu terkekeh
ada yang susah menggemparkan yang melihat
saat hampir menghantam lantai
hampir tak ada yang mampu menolongnya
Sekarang kuperhatikan,,, tanah-tanah yang kering dan gersang mulai menumbuhkan rumput-rumputnya yang hijau,,, dan aku tahu seperti tahun- tahun kemarin tanah itu akan di tutupi rerumputan yang hijau tak dapat di cegah ,,,dan warna tanah yang coklat nanti berubah menjadi hijau hanya bekas jalan motor saja yang ada ditengahnya
Rumput yang tidak ada itu menjadi ada ,, maka bagi Allah mudah pula untuk membangkitkan manusia setelah matinya,menghidupkan manusia setelah matinya seperti ia menghidupkan rumput-rumputan hijau itu.
Dan dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan,maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati, lalu kami hidupkan bumi,setelah matinya itu dengan hujan itu, demikianlah kebangkitan itu ( Fathir : 9 )
Dan mudah juga bagi Allah melenyapkan manusia ,, seperti ia melenyapkan rumput itu seperti saat musim kemarau yang singkat maupun panjang ,seperti melayukan tanaman yang tidak tersiram oleh hujan, atau air.
Dan berikanlah perumpamaan kepada manusia, kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang kami turunkan dari langit,maka menjadi subur karenanya,tumbuh-tumbuhan dimuka bumi,kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu . ( Al kahfi : 45 )
Dan mudah juga bagi Allah menarik semua kenikmatan yang kita punya ,,, menggoncangnya dengan gempa…menggulungnya dengan tsunami atau air bah,,, menenggelamkan bangunan yang tinggi dalam beberapa menit dalam air maupun memasukkannya kembali ke dalam bumi. Membisukan kita dengan kecelakaan di jalan raya ,,atau di rumah kita sendiri.
wallahualam
Musim hujan tiba-tiba memandikan tikus hitam di got
Lalu membuatku naik ke tempat duduk
dan melepas sepatu dan kaos kaki putih buru-buru
Karena air hitam tiba-tiba naik,
dari got yang salah urus memburu aspal di jalanan
Kepekatan airnya membuatku mengarungi banjir bandang di Tanggamus Lampung
Tak percaya bahwa dulu aku pernah memain-mainkan air terjunnya
yang jernih dan meminum airnya yang segar ,
dan mencoba menangkap pelangi dengan dua tanganku 18 tahun yang lalu
Pasti telah Kau Tebang Pohonnya di bukit-bukit yang tidak tinggi itu
Pasti telah Kau Tebang mimpi- mimpi penduduk di sepanjang aliran sungainya
Menderu guruh,bersanding dengan mendung
Perlahan cipratan hujan menggelombang ditengah kolam
Teratai putih tetap tak lelah memompa udara sampai mati
Recent Comments