Pendidikan yang seimbang

15 11 2009

Setiap manusia dikarunia Allah SWT tiga unsur pokok dalam dirinya  yaitu jasad , akal dan  hati. Masing –masing  unsur memiliki hak  untuk dipenuhi kebutuhannya. Jasad membutuhkan makanan untuk bekerja, akal membutuhkan ilmu untuk berfikir, dan hati membutuhkan kasih sayang untuk mencari ketentraman. Tidak akan cukup pendidikan itu dengan teori otak kiri dan otak kanan saja.

Manusia tidak akan puas dengan pemenuhan kebutuhan intelektualnya saja , hatinya merindukan  kasih sayang , kelembutan  kelembutan, kalam-kalam Allah, tetapi hati sering dilupakan kebutuhannya hingga menyimpanglah hati ini  mencari pemenuhan kebutuhan yang di luar syariat hingga mengguncangkan rumah tangga, merusakkan sosial masyarakat .

Atau jika jasad yang hanya menjadi bagian yang diperhatikan dengan mengabaikan perasaan dan fikiran maka dapat juga kita perhatikan bahwa kekuatan otot menjadi tidak tersalurkan pada jalan yang benar. Menjadi perkelahian atau tawuran dengan alasan alasan yang  kadang sepele saja dengan akibat yang sangat merugikan.

Keseimbangan ini harus dapat kita jaga agar kita menjadi manusia yang sempurna

Islam  menyeimbangkan ketiga hal ini , karena pendidikan umum saja sebenarnya tidak akan cukup, pendidikan umum lebih mementingkan kecerdasan akal  saja.

Kognitif yang sangat menonjol, karena baru itulah yang mampu di fokuskan oleh negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat besar  ini ,berkaitan dengan pembiayaan , begitu saat kutanyakan pada seorang ahli pendidikan.

Maka  sudah menjadi kewajiban kita sebagai guru  dan  orang tua untuk tidak melupakan  ranah afektif  anak, dan psikomotoriknya,  serta keseimbangannya , atau dengan kata lain mengedepankan sebagian saja dengan melupakan yang lainnya agar  anak -  anak dapat tumbuh dengan baik  dan sempurna .

Sudah banyak kita  melihat hasil pendidikan yang miskin rasa kasih sayangnya kepada sesama manusia,akhirnya mereka tega mengambil hak orang banyak demi kedukukan dan kepuasannya sendiri,ketamakan–ketamakan menghiasi hidup mereka.

Dan akhirnmya tingkah laku mereka memenuhi media massa, dan yang memprihatinkan lagi menjadi konsumsi masyarakat hingga masyarakat menjadi terbiasa dengan perilaku buruk tersebut.

Dapat kita lihat korupsi  kolusi dan nepotisme merajalela . Dan akibatnya menjadi bertambah miskinlah rakyat yang miskin, kelaparan dimana-mana.  Kecemburuan sosial  meningkat. Akhirnya stabilitas melemah .

Dalam dunia pekerjaanpun yang terserap kadang mereka yang tidak memiliki kemampuan yang cukup dalam menghadapi tantangan, karena cara masuk yang tidak sah ,hingga negara pun sebenarnya mengalami  kerugian menggaji mereka yang tidak memiliki kemampuan yang tepat dan komitmen yang tinggi untuk pekerjaannya ini.

Dan betapa miris sebenarnya hati  melihat uang negara dihambur-hamburkan,  dan di korupsi . Penyebab kelaparan yang utama adalah karena sebagian besar uang negara dihambur-hamburkan.

Di sisi lain masayarakat  bawah harus bekerja keras dengan susah payah  dan tergusur hingga hilang akhlak . Sungguh kefakiran itu mendekatkan pada kekafiran.

Sungguh sempurnalah Islam mensibghoh ( mencelup ) tiga potensi jasad , akal dan fikiran manusia. Hingga mendorong manusia menjadi manusia yang terbaik. Dimanapun posisinya , apakah sebagai anggota keluarga, masyarakat ,atau sebagai abdi Negara,bahkan menjadi  bagian dari masyarakat dunia.

Allah telah mengingatkan kita semua agr kita menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat kita

“ Dan carilah dari apa-apa yang dianugerahkan Allah di kampung akhirat dan janganlah engkau melupakan kehidupan duniamu. Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah  berbuat baik kepadamu “ ( Al qashshash :77)

Seseorang yang hanya dilatih jasadnya akan melahirkan kekuatan fisiknya saja, Seseorang yang dilatih otaknya , kemungkinan melahirkan fikiran yang  cerdas saja. Sedangkan orang yang di bina hatinya  saja akan melahirkan pribadi yang jumud. Pendidikan yang sempurna  dalam Islam  menghendaki ketiga hal ini di bangun sehingga menjadi pribadi yang tangguh.

Hingga sudah semestinya kita sebagai muslim memperjuangkan kesempurnaan dalam pendidikan ini ,,pendidikan akal dan nilai terus  bersamaan, jangan terpisah pisah antara pendidikan langit dan pendidikan bumi.

Mari kita angkat derajat pendidikan ini dengan menyeimbangkan semua potensi anak

Bukankah Allah pun mengingatkan kita langit dan bumi  adalah suatu yang padu,,, mengapa kita memisahkannya.

Dan  dalam  Al qur’ an  sebenarnya telah banyak sekali ayat – ayat yang menakjubkan manusia di ujung abad ini, karena manusia baru menemukannya sekarang ,, sedangkan AL Qur’an telah lama menginformasikan ini.

Contohnya seperti saat ditemukannya dua laut yang terpisah satu tawar yang satunya lagi asin ,,,maka sang penemu yang bukan beragama Islam menjadi terkejut bahwa informasi itu telah begitu lama di dalam Al Qur’ an, Hingga sadarlah ia bahwa Al qur’an bukanlah perkataan Muhammad, tetapi AL Qur’ an adalah wahyu dari sang pencipta langit dan Bumi.

Al Furqan 25: 53 Dan dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir  (berdampingan )yang ini tawar lagi segar dan yang asin lagi pahit dan dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

Al qur’an pun berisi akhlak mendasar yang sangat diperlukan untuk dalam kehidupan bermasyarakat, Akhlak yang  mulia , jika kita mampu menerapkannya. Ayat-ayat dalam Al qur,an ini dapat menuntun kita dalam kehidupan bermasyarakat hingga bernegara.

Cukup rasanya pendidikan bumi yang dipisahkan dari pendidikan langit  menghasilkan manusia yang merusak diri sendiri bahkan masyarakatnya.





Daya Nalar

1 11 2009

 

Demikian  keluhan yang pernah disampaikan oleh para dosen di Perguruan tinggi ini disebabkan daya nalar anak kurang di latih. Oleh karena itu menurutku  kita perlu membangun daya nalar  anak ini dengan cara – cara antara lain sekali waktu tidak memberikan LKS yang lengkap pada mereka.
Menurutku caranya Jelaskan tujuan , alat dan bahan dan cara kerja , lalu awasi  pekerjaanya.

Berikan Pada mereka kertas kosong untuk membuat Laporannya   , tentukan sistematika Laporannya dan biarkan mereka menuliskan Laporan tersebut.

Bahkan  Pada kromatografi kertas yang menggunakan kertas saring  yang asalnya bulat tersebut, mintalah mereka memotongnya  menjadi segi panjang ,tak  usahlah memberikan ukuran yang pasti, biarkan mereka berfikir agar kertas saring tersebut bisa masuk ke dalam gelas kimia yang akan di gunakan.

Ada juga cara metode mengajar menemukan sendiri apakah mereka teliti atau tidak, yaitu pada pelajaran fisika ,  konsep cahaya  ,kita bisa menggunakan kit optik, tetapi jka tidak  kita biarkan mereka

membandingkan hitungan mereka dengan gambar  bayangan yang mereka  buat , Apakah sama, jika sama mereka berhak mendapat sebutan teliti, kalau tidak maka doronglah mereka untuk mencobanya kembali, tetapi jangan memvonis mereka  ini tidak teliti, karena ini dapat membuat konsep diri  yang rendah pada anak . langkah kerjanya telah penulis tuliskan pada RPP IPA Fisika  VIII.

Bagaimana menurutmu ?





Air matamu yang mengkristal

8 09 2009

Tadi kilatan air matamu telah jernih
Tidak seperti hari lalu saat kau kemas semua buku
Lalu tertawa tipis dari candaku yang berlapis tangis melihat perjalanan kita
Terus menapak ketidak pastian membawa beban beratus harapan
Dan merasa menjadi sangat tak berdaya ,,merasa sangat dimiskinkan
merasa teraniaya, padahal segala hanya ujian kecil

Tadi kilatan air matamu telah mengkristal
Berkilau di mataku ,,,,melihat tawa asli dari seratus jiwa
Yang telah pasti menjejakkan kaki kemana harus pergi belajar
Dan merangkai kembali cita-cita yang barusan terterpa badai

To : siswa smk
Selamat belajar di tempatmu yang baru
Tempat lama jadi kenangan manis





Kejujuran

30 06 2009

Kejujuran yang bening
Jadi kental menyumbat urat-urat nadi
Kejujuran yang cair tak bisa mengalir melewati
Vena-vena menuju peradilan jantung

Kejujuran yang mengalir, seperti stroke ringan di malam yang sepi
Menyingkir dari keriuhan ratusan tawa gelak dari ruang-ruang twenty one
Ah kasian kau kejujuran.