Kau yang jauh

22 11 2009

Pilu merayapi hariku pagi ini

dingin pun semakin menggigit

saat aku baca catatan tentang perjalananmu

mengingat gambaran peta tanahmu yang jauh

dan apa yang engkau hadapi adikku

dan Aku yang jauh di sini  tak bisa mendampingimu

Aku di sini  berdoa

berdoa saja untukmu

Begitu tebalkah awan hitam itu

begitu deraskah air yang menyapu mu

begitu tinggikah gunung itu

begitu resahkah hatimu

begitu tegakah mereka

Begitu  kah,,,,   Adikku

tetap jalani perjuangan hidup itu

apa pun kata mereka

semoga Allah kuatkan kesabaranku

semoga Allah kuatkan kesabaranmu

Agar Allah berikan 10 kali lipat kesabaran dari sisi-Nya.





Seperti itukah rindumu ..

3 11 2009

Masih ceria dan segarnya hari itu

di bawah sinar matahari pagi dan air terjun yang gemuruh

telah membuat banyak mata meneteskan air mata ,hari ini

saat ku upload foto keceriaan kita di facebook

menjatuhkan air matamu,,, air mata mereka,,,dan air mataku

memanggilku ingin memelukmu kembali

,,,meniti jembatan dengan hati – hati

membawa beban sendiri-sendiri

walau aku terjatuh juga hari itu hingga tercedera karang-karang tajam

menghujam luka-luka lalu yang masih menganga

ketika baru belajar berlari merindukan diri menjadi

seperti Khadijah yang dermawan

seperti Aisyah yang sabar

seperti Siti Hajar yang ikhlas

seperti Rabiatul Al’Adawiah yang sufi

seperti Ummi Musa yang tabah

berenang-renang menahan luka –luka yang tercelup ,memegang harap yang hampir hanyut kelaut

membalutnya sendiri dengan kata-kata yang telah tertera di LauhMahfuz

berlari-lari antara kampus –kantin-kos – masjid-kampus-kantin-kos – masjid

menumbuhkan kembali benih-benih rindu

di atas cadas Itu

tergugu mengingat target yang tak dapat kupegang

terharu mengingat perpisahan itu akhirnya kuputuskan

setelah shalat-shalat istikharahku yang demikian panjang

saat keharuman masih mengaroma memasuki ruang perkenalan kita

dengan syurga,,,dan tijarah –tijarah-Nya ,

hingga mimpi bintang –bintang dan wangi darah syuhada

hari ini telah kutuliskan untukmu

bahwa diriku tak bisa melupakanmu

hapuslah air matamu dik

walau jarak dan masa telah membatasi kita

Biarlah…………………………….

selagi sinar mentari masih

membentangi dan mencapaimu

ada kehangatan cinta di sana

lebih hangat dan abadi dari cinta yang kita punya dik

Jangan menangis lagi, aku tahu rindumu, rinduku juga.





Kau ini

31 10 2009

Aku ingin merawat kerang
menyimpannya diam-diam
didasar lautan
hingga dapat kau lihat mutiara nantinya
Aku ingin merawat ulat sutera dengan tenang
hingga ia menjulurkan benang dari mulutnya
dan menjadi pakaian indah bagi manusia
Kemarin kau mengambil kerang-kerang muda itu ,,,
“tak ada apa-apanya katamu”
“bagaimana bisa kau temukan mutiara
aku baru menanam kerang tahun kemarin”

Kedatanganmu memang terburu-buru
dan banyak getaran
mengejutkan ulat sutera
hingga tak mau lagi memintalkan benang





Mengenangmu

17 10 2009

Pada suatu pagi di bulan November itu

Kau ingin terbang menyeruak gelap katamu

Dengan sayapmu yang kecil,,,

Dan kau lantunkan doa-doamu yang pelan itu

Hinggap pada relung hatiku dengan syahdunya

Kini masihkah engkau mengiringi uap air yang berkumpul menjadi awan

Agar menjadi hujan yang membasahi bumi ini ,

Agar bumi ini tak kering katamu

duhai pipitku

Di manakah kau sekarang , masihkah kau ingat

3 bait puisi untukku pada bulan kumpulan awan hujan itu

Hadiah  darimu menjadi puisi terabadi  yang ku punya

Masihkah nafasmu tersengal-sengal mengejar  angin

Atau telah sampai engkau pada  rabbmu.

Memang  hari itu angin terlalu kencang memadukan awan

Menjadikannya  hujan

Hingga telah memisahkan kita

Tapi sebelum kepergianku , telah kuselipkan disayapmu ,

Acara perpisahan itu tak perlu

Karena kau tak pernah berpisah  dari hatiku ,

Dan saat aku pulang aku tak menemukanmu  lagi

Yang ada hanya kumpulan muslimah mengaji

Saat kutanyakan ,tak di kenalnya engkau,

Tiang masjid pun tak menunjukkan arah pergimu

Juga lantainya tak memetakan jejakmu

Dan saat aku pulang aku tak menemukanmu lagi





Kala perpisahan

17 10 2009

Akhirnya sampailah kita pada waktu yang tak disangka sangka

Saat  takdir itu nyata-nyata telah menbentang di depan mata

Saat waktu tak dapat di tawar-tawar lagi

Saat doa, mata tangan dan mulut pun tak berhasil meminta-minta

Saat hati perih ketika  memiliki penjelasan mengapa telah bersama

tapi kehidupan harus di tempuh seperti yang telah Dia gariskan

Ketentuan harus di jalani

Hingga Aku terbata-bata ,,,melihat kenyataan

Adalah perpisahan yang membentang

Dan tak ada seorang pun yang dapat disalahkan

Takdir kita telah di tuliskan

Dan Ingin bertanya apa  maksudnya tuhan mempertemukan kita

Ingin menanyakan kepada tuhan mengapa kita dipertemukan dengan cara seperti itu

Dan mengapa kita dipisahkan dengan cara seperti ini

Hingga kebersamaan itu menjadi tak ada

hingga kita tahu kita terpisah

ketika  buku takdir-Nya telah dibukakan kemarin

Aku tersedu saat kubaca

Bahwa keiklhlasan  sama dengan keperihan

Bahwa Keikhlasan adalah keabadian sejati

Bahwa kecintaan adalah keabadian

Bahwa kehidupan nyata diujungnya perpisahan





Awal musim hujan

15 10 2009

Musim hujan tiba-tiba memandikan tikus hitam di got

Lalu membuatku  naik ke tempat duduk

dan melepas sepatu dan kaos  kaki  putih buru-buru

Karena air hitam tiba-tiba naik,

dari got yang salah urus memburu aspal di jalanan

Kepekatan airnya  membuatku mengarungi banjir bandang di Tanggamus Lampung

Tak percaya bahwa  dulu aku  pernah memain-mainkan air terjunnya

yang jernih dan  meminum airnya yang segar ,

dan mencoba menangkap pelangi  dengan dua tanganku  18 tahun yang lalu

Pasti telah Kau  Tebang Pohonnya di bukit-bukit  yang tidak tinggi itu

Pasti telah Kau Tebang mimpi- mimpi penduduk di  sepanjang aliran sungainya





Jalan

7 10 2009

Jalan ini membuatku   teduh

Ada pohon besar yang tegar

Lalu menghambur-hamburkan bunga yang kuning

Meniup-niupkan aromanya  yang khas

Membiarkan serangga dan burung yang berteduh

Jalan ini membuatku teringat

Pohon yang sama dengan di kotaku

Sama-sama besarnya

Hanya  pohon  itu membiarkan

anggrek merpati berbunga putih menumpang

terhambur-hambur  bunganya di pinggir jalan

tak menghitung   karbondioksida yang ia serap

tak menghitung oksigen yang telah ia bagi untuk seluruh

makhluk kota





Pohon

7 10 2009

Kersen

Aku ingin pohon kersen dengan buahnya yang  merah itu tidak ditebang

biar menjadi tempat singgah burung liar setiap  hari

Jambu biji

Aku ingin pohon jambu biji yang belum berbuah itu tidak  ditebang

Karena aku menanamnya dari biji  4 tahun yang lalu

Mangga

Aku ingin pohon mangga kerdil itu tidak ditebang

Karena ia pohon yang terbesar saat ku bawa pindah ke rumah ini

Lechy

Aku ingin pohon lechy itu tidak ditebang

Karena ia mengingatkanku pada bibi

Lechy

Pohon Lechy itu mati mengering

Tak seperti yang kuharapkan





Cinta

29 09 2009

Duhai rindu ,,,mengapa kau berkaca  di mataku

Lalu masuk kehatiku  menembus sel demi selnya

Mencari  kemanisan yang pernah kau tinggalkan

Menyelusuri  kepahitan-kepahitan dalam mengenal-Nya

 

Duhai rindu secepat itukah waktu  membawaku

Sehari seperti sedetik …semua bagaikan baru kemarin terjadi

Hingga tak berdayalah Aku saat kau tanya aku dengan janjiku sendiri

Hingga tak berucaplah Aku saat kau tanya  tentang  Cinta

Hingga hanya satu jalan yang kulihat adalah pertobatan  ini  harus ku jalani

Agar sempurna menggapai  Cinta -Nya





Sudahlah II

27 09 2009

Sudahlah
Gedung tua itu telah melupakan keributan kecil waktu itu
Ia tak merekam rasa gembira masa remajamu yang mencelakakanku
Ia tak pernah mengingat berapa kali kau potret dan tak merasa sakit saat kau pecahkan jendelanya dengan bolamu

Sudahlah
Gedung tua itu telah melupakan teriakan dan tangisanku saat terkena pecahan kaca itu
seperti aku juga telah lupa rasa sakit dan darah hangat yang tiba-tiba mengalir menutupi pipi kananku

ya sudahlah
Aku juga telah melupakan rasa pusingnya dan perih bekas jahitannya
walaupun tadi pagi saat bercermin masih kulihat sebaris jahitan di bawah alisku.

sudahlah
tinggal bekasnya saja kini
” Bekas yang tidak bisa menghapus rasa sesalmu “
begitu katamu saat itu

sudahlah
jangan sampai bola itu menyakiti orang lain lagi .