Masih ceria dan segarnya hari itu
di bawah sinar matahari pagi dan air terjun yang gemuruh
telah membuat banyak mata meneteskan air mata ,hari ini
saat ku upload foto keceriaan kita di facebook
menjatuhkan air matamu,,, air mata mereka,,,dan air mataku
memanggilku ingin memelukmu kembali
,,,meniti jembatan dengan hati – hati
membawa beban sendiri-sendiri
walau aku terjatuh juga hari itu hingga tercedera karang-karang tajam
menghujam luka-luka lalu yang masih menganga
ketika baru belajar berlari merindukan diri menjadi
seperti Khadijah yang dermawan
seperti Aisyah yang sabar
seperti Siti Hajar yang ikhlas
seperti Rabiatul Al’Adawiah yang sufi
seperti Ummi Musa yang tabah
berenang-renang menahan luka –luka yang tercelup ,memegang harap yang hampir hanyut kelaut
membalutnya sendiri dengan kata-kata yang telah tertera di LauhMahfuz
berlari-lari antara kampus –kantin-kos – masjid-kampus-kantin-kos – masjid
menumbuhkan kembali benih-benih rindu
di atas cadas Itu
tergugu mengingat target yang tak dapat kupegang
terharu mengingat perpisahan itu akhirnya kuputuskan
setelah shalat-shalat istikharahku yang demikian panjang
saat keharuman masih mengaroma memasuki ruang perkenalan kita
dengan syurga,,,dan tijarah –tijarah-Nya ,
hingga mimpi bintang –bintang dan wangi darah syuhada
hari ini telah kutuliskan untukmu
bahwa diriku tak bisa melupakanmu
hapuslah air matamu dik
walau jarak dan masa telah membatasi kita
Biarlah…………………………….
selagi sinar mentari masih
membentangi dan mencapaimu
ada kehangatan cinta di sana
lebih hangat dan abadi dari cinta yang kita punya dik
Jangan menangis lagi, aku tahu rindumu, rinduku juga.
Recent Comments