Menjelang tidur

24 05 2009

Kalau kau rasa
kelembutan dan kasih sayang
Menghambar  rasanya  dalam kehidupan

Ingatlah purnama tetap datang
Gemerlap bintang pun tetap berkilau

Memang ada gelap yang membentang
Biarlah, karena  besok tetap datang
Sinar matahari yang menghangat  setia menyeka embun di dedaunan
Sambil tak lupa merekahkan kelopak  warna warni
jutaan  tangkai  bunga yang gembira menjamu ribuan kupu-kupu
beraneka pola warna sayap yang indah

Kalau ada mendung menggantung  dia pasti tak lupa menggandeng terang

Bahkan ketika matahari berbaring
Wijaya kusuma  dan sedap malam tetap mekar
Menebar semerbak menembus lembab

Damailah menjelang tidurmu
matahari telah  menarik selimut gelapnya
nanti kalau kau tidur sedap malam menebar wanginya
sampai  matahari  mengganti selimutnya
menampakkan bola emasnya